Thursday, November 24, 2016

leukosit; pemahaman, idiosinkrasi, pembuatan serta aspek yang mempengaruhi jumlahnya

leukosit; pemahaman, idiosinkrasi, pembuatan serta aspek yang mempengaruhi jumlahnya

pemahaman biasa

di darah perifer, sel ini gampang dibedakan dari eritrosit oleh adanya pati (sacher, 2004). leukosit berfungsi dalam skema defensi badan. sel ini membekukan masuknya barang asing alias baka penyakit yang masuk ke dalam badan orang dengan dua jalur, ialah fagositosis serta memacu respon kalis badan. leukosit pula berperan melanda jasad renik alias barang asing yang sudah diketahui alias berkarakter spesifik (serupa virus hiv, sel-sel kanker, serta bakteri tbc), serta melanggar bersama membersihkan bersih kotoran-kotoran yang berawal dari sel-sel badan yang cedera alias mati (hendrik, 2006).

idiosinkrasi leukosit

besaran biasa leukosit ialah 5. 000-10. 000 sel/┬Ál (hendrik, 2006). infeksi alias kehancuran jaringan melahirkan kenaikan besaran keseluruhan leukosit. leukosit ada daya buat mendobrak pori-pori jaringan kapiler serta masuk ke dalam jaringan yang dikenal diapedesis. (ethel sloane, 2004). bisa beranjak amuboid ialah leukosit bisa beranjak seorang diri serupa amuba, sebagian sel bisa beranjak tiga kali jauh badannya dalam satu menit (d’hiru, 2013). leukosit pula ada bawaan kemotaksis, ialah bila terdapat pembebasan barang ilmu pisah oleh jaringan yang cedera membuat leukosit beranjak mendekati (kemotaksis positif) alias beranjak menjauhi (kemotaksis negative) (ethel sloane, 2004).

pembuatan leukosit

leukopoiesis ialah cara pembuatan leukosit, yang dirangsang oleh adanya colony stimulating (factor dorongan pemukiman). colony stimulating ini dibuahi oleh leukosit berumur.

leukosit dibentuk di benak tulang terpenting remis granulosit, ditaruh dalam benak tulang hingga diharuskan dalam skema peredaran. apabila kebutuhannya melambung sehingga bakal membuat granulosit itu dilepaskan. cara pembuatan limfosit, ditemui pada jaringan yang berlainan serupa benak tulang, thymus, kura serta limfonoduli. cara pembuatan limfosit dirangsang oleh thymus serta pemaparan definisi antigen.

bertambahnya besaran leukosit berlangsung atas mitosis (sesuatu cara kemajuan serta pembagian sel yang berendeng). sel-sel ini bisa melekang diri serta bertumbuh jadi leukosit matang serta dibebaskan dari benak tulang ke penyebaran darah. dalam peredaran darah, leukosit berdeging minim lebih satu hari serta setelah itu masuk ke dalam jaringan. sel ini berdeging di dalam jaringan sampai sebagian minggu, sebagian bulan, tercantel pada kategori leukositnya (sacher, 2004).

pembuatan leukosit berlainan atas pembuatan eritrosit. leukosit terdapat 2 kategori, sehingga pembentukannya pula seperti atas remis leukositnya. pembuatan sel pada remis granulosit (granulopoiesis) dimulai atas ambang mieloblast, sebaliknya pada remis agranulosit terdapat dua kategori sel ialah monosit serta limfosit. pembuatan limfosit (limfopoiesis) dimulai oleh ambang limphoblast, sebaliknya pada monosit (monopoiesis) dimulai oleh ambang monoblast.

granulopoiesis ialah kemajuan setidaknya awal jadi myeloblas serta akibatnya jadi sel yang setidaknya matang, yang dikenal basofil, eosinofil serta neutrofil. cara ini membutuhkan durasi 7 hingga 11 hari. mieloblas, promielosit, serta mielosit segalanya bisa melekang diri serta membangun bagian perkembangbiakan alias mitotik. sehabis langkah ini, enggak berlangsung lagi pembagian, serta sel mendapati pematangan dengan sebagian ambang ialah: metamielosit, neutrofil batang serta neutrofil bagian. di dalam benak tulang sel ini boleh jadi terdapat dalam besaran eksesif yang sedia dibebaskan bila diharuskan. sel-sel ini bisa berdiam di benak tulang sekeliling 10 hari, berperan selaku basi bila diharuskan.

limfopoiesis ialah kemajuan serta pematangan limfosit. nyaris 20% dari benak tulang biasa terdiri dari limfosit yang lagi bertumbuh. sehabis pematangan, limfosit masuk ke dalam pipa darah, berbentar atas istirahat durasi yang berlainan bergantung pada bawaan sel, serta setelah itu berhimpun di kelenjar limfatik (sacher, 2004).

monopoiesis berakar dari sel babon pluripoten membuahkan beragam sel babon atas kemampuan lebih terbatas, diantaranya ialah bagian pembentuk pemukiman granulosit yang bipotensial. anak sel ini jadi perkusor granulosit alias jadi monoblas. pembagian monoblas membuahkan promonosit, yang sebagiannya berpoliferasi membuahkan monosit yang masuk penyebaran. yang lain adalah basi sel yang amat lamban bertumbuh. durasi yang diperlukan sel babon hingga jadi monosit ialah sekeliling 55 jam. monosit enggak ada dalam benak dalam besaran besar, akan tetapi mengimbit ke dalam sinus sehabis dibentuk. monosit berdeging dalam pipa darah minim dari 36 jam sebelum akibatnya masuk ke dalam jaringan (fawcett, 2002).

ilustrasi: hematopoiesis (hoffbrand v & mehta a, 2006)
ilustrasi: hematopoiesis (hoffbrand v & mehta a, 2006)
advertisement

loading.. .


amanat ilustrasi:

gemm = prekusor granulosit/eritroid/monosit/megakariosit
gm = prekusor granulosit/monosit
gm-csf = aspek perangsang-koloni granulosit-makrofag
g-csf = aspek perangsang-koloni granulosit


bagan: waktu hidup leukosit



aspek yang mempengaruhi besaran leukosit

besaran leukosit bisa melambung yang lazim dikenal leukositosis, agi pula bisa berkurang dikenal leukopenia (sofro, 2012). besaran leukosit bisa naik serta turun seperti atas kondisi. dalam badan berlangsung infeksi, kebanyakan besaran sel ini melambung, bila badan mendapati gangguan dalam melahirkan leukosit, keadaan ini membuat badan anda gampang diserang penyakit (kru matrix, 2009).

antagonisme besaran per sel leukosit bisa dipengaruhi oleh sebagian aspek, salah satu faktornya ialah aspek fisiologis, ialah era hidup dari per sel leukosit itu. era hidup sel leukosit yang ada butir relatif lebih kecil ketimbang sel leukosit yang enggak ada butir. era hidup sel leukosit yang ada butir ialah 4-8 jam dalam peredaran darah serta 4-5 hari di dalam jaringan. keadaan ini diakibatkan karna sel leukosit yang ada butir lebih lekas menuju kawasan infeksi serta melaksanakan fungsinya dari pada sel leukosit yang enggak ada butir.

leukopenia diakibatkan beragam hal, termasuk stress alot, infeksi virus, penyakit alias kehancuran benak tulang, radiasi, alias kemoterapi. penyakit sistemik yang akut semisal lupus eritematosus, penyakit tiroid, sindrom cushing, bisa membuat penyusutan besaran leukosit. segala alias salah satu kategori sel aja yang bisa goyah (corwin, 2009).

penyusutan besaran leukosit bisa berlangsung karna infeksi perut muda, keracunan kuman, septicoemia, kehamilan, serta persalinan. besaran leukosit dipengaruhi oleh hal badan, stres, minim makan alias diakibatkan oleh aspek lain.

No comments:

Post a Comment